Aplikasi Web DHTMLX PHP dan MySQL

Apakah DHTMLX itu ?

DHTMLX Suite merupakan Javascript Library/Framework yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi web. Karena keseluruhan library menggunakan prinsip AJAX maka aplikasi web yang dihasilkan menyerupai Aplikasi Desktop dengan fitur drag, drop, resize. Dikatakan Suite karena disusun oleh beberapa widget yang berbeda-beda, diantaranya DHTMLX Layout, Grid, Form, Tabbar, Accordion dan lain sebagainya

Aplikasi web pada umumnya dibangun dengan HTML, CSS, Javascript dan untuk mengakses database digunakan server side language seperti PHP, ASP, Java atau Cold Fusion dan lain sebagainya. Yang paling umum dipakai adalah PHP.

Saya tidak memakai Javascript tetapi jQuery ?

jQuery merupakan library dari javascript, bisa dikatakan pondasi jQuery adalah javascript. Dengan library kita bisa mempercepat pembuatan suatu aplikasi. Misalnya dengan javascript kita menulis suatu function dengan 10 atau 20 baris, tetapi dengan jQuery cuma 5 baris saja. Begitu juga dengan PHP, mungkin beberapa ada mengenal CodeIgniter. CodeIgniter merupakan salah satu PHP Library/Framework disamping Laravel dan Phalcon.

Saya sebelumnya sering mendengar jQuery tetapi belum pernah mendengar DHTMLX, begitulah pemikiran anda. Memang tulisan, tutorial ataupun topik yang membahas tentang jQuery jauh lebih banyak dibandingkan tulisan mengenai DHTMLX. Hal inilah yang menyebabkan jQuery lebih dikenal dibandingkan DHTMLX.

Kelebihan DHTMLX dibandingkan jQuery adalah DHTMLX satu kesatuan yang disusun oleh widget-widget terstruktur untuk membentuk User Interface (UI) suatu aplikasi web, sedangkan jQuery membutuhkan library lain karena jQuery tidak menyediakan widget. Contoh untuk menampilkan grid kita membutuhkan Data Table atau Flex Grid ataupun Slick Grid. Dan/atau untuk menampilkan widget lainnya maka kita juga membutuhkan jQuery UI ataupun semacamnya seperti jQuery Easy UI atau jQWidgets. Javascript Library/Framework yang mempunyai kemampuan yang sama DHTMLX dan bisa dikatakan rival DHTMLX satu diantaranya yaitu Sencha EXTJS


Lisensi DHTMLX terbagi 2 yaitu DHTMLX Suite Standar berlisensi GPL dan DHTMLX Suite Pro berlisensi Komersil. DHTMLX Suite Standar berlisensi GPL bersifat free jika digunakan pada proyek open source. Perbedaan DHTMLX Suite Standar dan DHTMLX Suite Pro adalah pengurangan beberapa fitur pada versi Standar. Tetapi untuk belajar DHTMLX Suite Standar saja sudah cukup. Lalu bagaimana jika saya menggunakan DHTMLX Suite Standar pada proyek closed source? (He he he menurut saya gimana scripting language bisa digunakan pada proyek closed source wong sourcenya aja kelihatan)

Untuk melakukan sesuatu hal paling tidak kita harus mengetahui dasar-dasar. Misalkan anda pergi berperang tanpa mengetahui cara membuka pengunci granat atau pistol apa yang akan terjadi? Jawaban ada pada anda sendiri. Seperti itu juga belajar DHTMLX, anda harus menguasai dasar-dasar:

  • HTML (level Dasar terutama div id dan class)
  • CSS (level Dasar)
  • Javascript (level Menengah ke atas, karena berhubungan dengan perintah Javascript, looping, condition dan DOM)
  • PHP (level Menengah ke atas karena berhubungan dengan perintah PHP, looping, condition)
  • MySQL (Tergantung kerumitan perintah SQL yang dipakai)

Sesuai dengan motto website ini yaitu "Belajar",maka Persyaratan yang disebut diatas diusahakan mendekati level pemula. Dan dikarenakan perintah mysql_* seperti mysql_connect,mysql_select_db mulai dihilangkan (deprecated) sejak PHP 5.5 maka kita memakai PDO

Akhir kata saya minta maaf apabila ada kesalahan dalam semua tulisan yang saya tulis, karena saya juga lagi belajar. Saran dan kritiknya tolong dikirim dengan bahasa yang baik.